_____________________________________________________________

________________________________________________________________________________________
________________________________________________________________________________________

sumber::http://lobai-kampung.blogspot.com

Bentuk kehidupan seseorang yang menghayati dan memperjuangkan Islam tentulah berbeza dengan manusia lain. Antaranya ialah:

1. Terikat dan menurut ajaran Islam.
Iman bukan sekadar cita-cita. Iman adalah suatu yang tertanam di dalam hati dan dibuktikan melalui amal perbuatan. Allah SWT sering mengaitkan iman dengan amalan.
Firman Allah SWT: maksudnya;
“...orang-orang yang beriman dan beramal soleh ...” (Al-’Ashr: 3)

Dalam hubungan ini Allah SWT mengingatkan janganlah kita mengajak manusia lain berbuat baik sedangkan kita melupai diri kita sendiri.
Firman Allah SWT:
“Mengapa kamu menyuruh orang lain mengerjakan kebaikan sedangkan kamu melupakan diri kamu sendiri padahal kamu membaca Al Kitab, tidakkah kamu berfikir?”. (Al-Baqarah : 44)
2. Mengutamakan kepentingan Islam.

Sabda Rasulullah SAW: mafhumnya;
“Berkisarlah untuk kepentingan Islam di mana kepentingannya berkisar.”
Baginda mengingatkan lagi dengan sabda yang bermaksud;
“Sesiapa yang berpagi-pagian tidak mengambil berat hal ehwal orang Islam yang lain maka ia bukanlah dari golongan mereka (Islam).”
Rasulullah SAW menjelaskan secara langsung dengan sabda yang bermaksud;
“Engkau memegang pos-pos penting daripada pos-pos Islam, maka (awas) jangan sampai musuh dapat lolos daripada penjagaanmu.”
3. Berasa mulia dengan kebenaran Islam dan yakin kepada Allah SWT.

Berasa mulia dengan kebenaran Islam dan yakin kepada Allah SWT adalah antara sifat-sifat orang-orang beriman. Allah mengingatkan dalam al-Quran di dalam firman-Nya yang bermaksud;

“Janganlah kamu berasa hina (lemah) dan jangan kamu berasa duka cita dan kamu adalah lebih tinggi (mulia) jika kamu (benar-benar) beriman.” (Ali Imran: 139)

Ketika para sahabat Rasulullah SAW berada dalam perlindungan kerajaan Habsyah dan menemui rajanya, Najasyi, paderi dan pendita yang ada di Istana Najasyi meminta mereka sujud untuk menghormati Raja Najasyi. Tetapi Ja’far bin Abi Thalib r.a yang menjadi ketua rombongan itu menjawab: “Kami tidak sujud melainkan untuk Allah SWT.”
4. Bekerja untuk Islam dan bekerjasama dengan pekerja-pekerja Islam.

Apabila kita mengaku Muslim, kita harus bekerja untuk Islam. Kita patut bekerja secara berjama’ah, bekerjasama dengan para pendakwah lain yang menyeru kepada Allah SWT, menyuruh melakukan kebaikan dan melarang melakukan kemungkaran. Kita harus bekerja keras untuk mewujudkan individu muslim, rumah tangga muslim, masyarakat muslim dan negara yang melaksanakan Islam dalam pemerintahan.
Firman Allah SWT: maksudnya;
“Kami akan perkuatkan tenagamu dengan saudaramu.” (Al-Qashash: 35)

Firman Allah SWT lagi: bermaksud;
“Bertolong-menolonglah kamu dalam urusan kebaikan dan jangan kamu bertolong-menolong dalam dosa dan permusuhan.” (Al-Maidah: 2)
Sabda Rasulullah SAW: maksudnya;
“Seorang muslim dengan seorang muslim yang lain adalah seperti binaan yang tersusun.
Sebahagiannya meneguhkan sebhagian yang lain.”

“Tangan (pertolongan) Allah di atas (bersama) jamaah.”

“Sesungguhnya serigala itu memakan kambing yang terpencil (daripada kumpulannya).”

“Hendaklah kamu bersama-sama Jama’ah al-Muslimin dan kepimpinan mereka.”

Nukilan Mutiara Nabawi Monday, December 28, 2009

Daftar disini

LOG MASUK


TV USRAH

______________________________________________________